Saṃyuktāgama
171. Kotbah tentang Pandangan Pemusnahan
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Jika tubuh kasar yang terbuat dari empat unsur [setelah kematian] dihancurkan dan menjadi tidak ada, itu disebut pemusnahan diri yang benar; lagi jika diri dari alam indera setelah kematian dihancurkan dan menjadi tidak ada, itu disebut pemusnahan diri yang benar; lagi jika diri dari alam berbentuk setelah kematian dihancurkan dan menjadi tidak ada, itu disebut pemusnahan diri yang benar; jika setelah mencapai alam ruang [tidak terbatas] … alam kesadaran [tidak terbatas] … alam kekosongan … alam bukan-persepsi-juga-bukan-tanpa-persepsi, diri setelah kematian dihancurkan dan menjadi tidak ada, itu disebut pemusnahan diri yang benar’?”
Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.