Saṃyuktāgama

177. Kotbah Kedua tentang Mengembangkan Perenungan terhadap Tubuh

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Seperti halnya jika serban seseorang terbakar oleh api, apakah yang dapat membantunya?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā, ia seharusnya membangkitkan keinginan, ketekunan, dan semangat tertinggi pada waktu itu untuk membantunya guna memadamkan api itu.”

Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu: “Walaupun seseorang mungkin masih lupa tentang serbannya yang terbakar, ia seharusnya memadamkan dan melenyapkan api ketidakkekalan yang sedang berkembang. Demi tujuan melenyapkan api ketidakkekalan, seseorang seharusnya karenanya berkembang dalam perenungan tubuh internal sebagai tubuh. Demi tujuan melenyapkan api ketidakkekalan apakah seseorang seharusnya karenanya berkembang dalam perenungan tubuh internal sebagai tubuh?

Yaitu, demi tujuan melenyapkan bentuk jasmani yang tidak kekal, seseorang seharusnya karenanya berkembang dalam perenungan tubuh internal sebagai tubuh. Demi tujuan melenyapkan perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran yang tidak kekal, seseorang seharusnya karenanya berkembang dalam perenungan tubuh internal sebagai tubuh.” Diulangi secara lengkap sampai dengan: Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Seperti halnya “apa yang tidak kekal”, dengan cara yang sama “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa depan”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau dan masa depan”, apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau dan masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa depan dan masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang”, dengan cara ini delapan kotbah [diulangi] tentang “berkembang dalam perenungan tubuh internal sebagai tubuh”. Dengan cara yang sama delapan kotbah [diulangi] tentang “berkembang dalam perenungan tubuh eksternal sebagai tubuh”. Dengan cara yang sama delapan kotbah diulangi seperti di atas tentang “berkembang dalam perenungan tubuh internal dan eksternal sebagai tubuh”.

Seperti halnya dua puluh empat kotbah tentang pengembangan perhatian terhadap tubuh, dengan cara yang sama dua puluh empat kotbah diulangi seperti di atas tentang pengembangan perhatian terhadap perasaan, pengembangan perhatian terhadap keadaan mental, dan pengembangan perhatian terhadap dharma.

Seperti halnya sembilan puluh enam kotbah tentang “melenyapkan apa yang tidak kekal”, dengan cara yang sama untuk “seseorang seharusnya memahami”, “seseorang seharusnya memuntahkan keluar”, “seseorang seharusnya memadamkan”, “seseorang seharusnya mengakhiri”, “seseorang seharusnya melepaskan”, “seseorang seharusnya menghentikan”, “seseorang seharusnya menghilangkan”, sembilan puluh enam kotbah juga diulangi untuk masing-masing ini seperti di atas.