Saṃyuktāgama

189. Kotbah tentang Perhatian Seksama

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kalian seharusnya memberikan perhatian seksama pada mata dan menyelidikinya sebagai tidak kekal. Mengapa demikian? Karena memberikan perhatian seksama pada mata dan menyelidikinya sebagai tidak kekal, keinginan dan nafsu terhadap mata ditinggilkan. [Bagi seseorang yang] telah meninggalkan keinginan dan nafsu, aku katakan, pikirannya dengan benar terbebaskan.

“Karena memberikan perhatian seksama pada telinga … hidung … lidah … badan … pikiran dan menyelidikinya [sebagai tidak kekal], keinginan dan nafsu [terhadapnya] ditinggalkan. Bagi seseorang yang telah meninggalkan keinginan dan nafsu, aku katakan, pikirannya dengan benar terbebaskan.

“Para bhikkhu, seseorang yang pikirannya dengan benar terbebaskan dengan cara ini dapat menyatakan dirinya: ‘Kelahiran bagiku telah dilenyapkan, kehidupan suci telah dikembangkan, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, aku sendiri mengetahui bahwa tidak akan ada kelangsungan yang lebih jauh lagi’.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.