Saṃyuktāgama
221. Kotbah tentang Kemelekatan
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Terdapat suatu jalan yang membawa pada semua [jenis] kemelekatan. Apakah jalan yang membawa pada semua [jenis] kemelekatan? Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Pertemuan dari tiga hal ini adalah kontak. Bergantung pada kontak, terdapat perasaan. Bergantung pada perasaan, terdapat ketagihan. Bergantung pada ketagihan, terdapat kemelekatan. Oleh sebab itu terdapat kemelekatan dan apa yang dilekati.
“Telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti itu. Oleh sebab itu terdapat kemelekatan dan apa yang dilekati. Ini disebut jalan yang membawa pada semua [jenis] kemelekatan.”
“Apakah jalan meninggalkan semua [jenis] kemelekatan? Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Pertemuan dari tiga hal ini adalah kontak. Dengan lenyapnya kontak, perasaan kemudian lenyap. Dengan lenyapnya perasaan, ketagihan kemudian lenyap. Dengan lenyapnya ketagihan, kemelekatan kemudian lenyap.
“Dengan cara yang sama telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti itu. [Ini disebut jalan meninggalkan semua jenis kemelekatan].”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.