Saṃyuktāgama
229. Kotbah tentang Apa yang Dengan Arus-Arus dan Tanpa Arus Kekotoran Batin
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Aku sekarang akan mengajarkan kalian apa yang bersifat dengan arus-arus [kekotoran batin] dan tanpa arus [kekotoran batin]. Apakah yang bersifat dengan arus-arus? Yaitu, ini adalah mata dan bentuk, kesadaran-mata, kontak-mata, perasaan yang muncul bergantung pada kontak-mata yang dialami di dalamnya, apakah menyakitkan, menyenangkan, atau netral, [yang bersifat duniawi].
“Ini adalah telinga … hidung … lidah … badan … pikiran dan objek pikiran, kesadaran-mata, kontak-mata, perasaan yang muncul bergantung pada kontak-pikiran yang dialami di dalamnya, apakah menyakitkan, menyenangkan, atau netral, yang bersifat duniawi. Ini disebut yang bersifat dengan arus-arus.
“Apakah yang bersifat tanpa arus? Yaitu, ini adalah … pikiran dan objek pikiran yang melampaui duniawi, kesadaran-pikiran, kontak-pikiran, perasaan yang muncul bergantung pada kontak-pikiran yang dialami di dalamnya, apakah menyakitkan, menyenangkan, atau netral, yang bersifat melampaui duniawi. Ini disebut yang bersifat tanpa arus.”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.