Saṃyuktāgama

121. Kotbah tentang Bersifat Mematikan

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Gunung Makula, pada waktu itu bersama dengan seorang bhikkhu pelayan bernama Rādha.

Kemudian Sang Bhagavā berkata kepada bhikkhu Rādha: “Apa pun bentuk jasmani, apakah masa lampau, masa depan atau masa sekarang, internal atau eksternal, kasar atau halus, indah atau menjijikkan, jauh atau dekat, ia semuanya sepenuhnya bersifat mematikan. Apa pun perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran, apakah masa lampau, masa depan atau masa sekarang, internal atau eksternal, kasar atau halus, indah atau menjijikkan, jauh atau dekat, ia semuanya sepenuhnya bersifat mematikan.”

Sang Buddha berkata kepada Rādha: “Apakah bentuk jasmani adalah kekal atau apakah ia tidak kekal?”

Ia menjawab: “Ia tidak kekal, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha] bertanya lagi: “Apa yang tidak kekal, apakah ia adalah dukkha?”

Ia menjawab: “Ia adalah dukkha, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha bertanya]: “Apakah perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran adalah kekal atau apakah ia tidak kekal?”

Ia menjawab: “Ia tidak kekal, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha] bertanya lagi: “Apa yang tidak kekal, apakah ia adalah dukkha?”

Ia menjawab: “Ia adalah dukkha, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha] bertanya lagi: “Apa yang tidak kekal, dukkha, bersifat berubah, apakah seorang siswa mulia yang terpelajar akan dalam hal ini menganggapnya sebagai diri, sebagai berbeda dari diri [dalam pengertian dimiliki olehnya], sebagai ada [di dalam diri, atau diri] sebagai ada [di dalamnya]?”

Ia menjawab: “Tidak, Sang Bhagavā.”

Sang Buddha berkata kepada Rādha: “Jika seorang siswa mulia yang terpelajar memeriksa lima kelompok unsur kehidupan ini sebagaimana adanya sebagai bukan diri dan bukan milik diri, ia tidak melekat pada apa pun di seluruh dunia. Dengan tidak melekat pada apa pun, ia tidak terikat pada apa pun. Karena tidak terikat pada apa pun, ia dengan diri sendiri merealisasi Nirvāṇa, [dengan mengetahui]: ‘Kelahiran bagiku telah dilenyapkan, kehidupan suci telah dikembangkan, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, aku sendiri mengetahui bahwa tidak akan ada kelangsungan yang lebih jauh lagi’.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, bhikkhu Rādha bergembira dan menerimanya dengan hormat.