Saṃyuktāgama

167. Kotbah Kedua tentang Pandangan bahwa Diri Terdiri dari Bentuk

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Diri [terdiri dari] bentuk, apa pun yang lain adalah gagasan salah; diri [adalah tanpa bentuk … memiliki bentuk dan tanpa bentuk] … tidak memiliki bentuk juga bukan tanpa bentuk, apa pun yang lain adalah gagasan salah; diri adalah terbatas, apa pun yang lain adalah gagasan salah; diri adalah tidak terbatas, apa pun yang lain adalah gagasan salah; diri [adalah terbatas dan tidak terbatas] … bukan terbatas juga bukan tidak terbatas, apa pun yang lain adalah gagasan salah; [diri adalah] dengan persepsi yang menyatu … dengan persepsi yang beranekaragam … dengan persepsi yang sempit … dengan persepsi tidak terbatas, [apa pun yang lain adalah gagasan salah]; diri adalah sepenuhnya kebahagiaan … sepenuhnya penderitaan … kebahagiaan dan penderitaan … bukan kebahagiaan juga bukan penderitaan, [apa pun yang lain adalah gagasan salah]’?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.