Saṃyutta Nikāya
23. Kelompok Khotbah tentang Rādha
18. Bersifat Tanpa-diri
Di Sāvatthī. Sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Rādha berkata kepada Sang Bhagavā: “Yang Mulia, dikatakan, ‘bersifat tanpa-diri, bersifat tanpa-diri.’ Apakah, Yang Mulia, yang bersifat tanpa-diri itu?”
“Bentuk, Rādha, adalah bersifat tanpa-diri. Perasaan … Persepsi … Bentukan-bentukan kehendak … Kesadaran adalah bersifat tanpa-diri. Dengan melihat demikian … Ia memahami: ‘ … tidak ada lagi penjelmaan dalam kondisi makhluk apa pun.’”